Kamis, 27 September 2012

BAHASA SEBAGAI ALAT MENCARI KERJA



            Dalam mencari sebuah pekerjaan, yang biasa kita lakukan adalah membuat surat lamaran, tes tertulis (entah itu tes psikotes atau teori lainnya. Tergantung jenis perusahaan yang anda minati), selanjutnya akan diadakan interview (wawancara), dibagian inilah yang paling menentukan apakah anda layak diterima sebagai salah satu perusahaan atau tidak (bisa dikatakan tahap ini yang paling sulit).
            Melalui interview ini, perusahaan akan melakukan pencocokan atas data-data dan informasi yang dikirim melalui surat lamaran pekerjaan. Di tahap ini, perusahaan akan menguji kecakapan calon karyawan melalui berbagai pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan. Terkadang, pertanyaannya tidak berat, malahan cenderung sangat santai. Banyak yang gagal di tahap ini dikarenakan beberapa hal, misalnya tidak cukup percaya diri atau lemah dalam hal komunikasi.
           
               Dalam interview tunjukanlah bahasa tubuh dan tutur bahasa yang baik. Bahasa tubuh yang dimaksud yaitu dengan mengindari sikap tubuh yang kurang baik, seperti duduk bungkuk, tangan menggenggam dudukan kursi, garuk-garuk kepala, tampak tegang, atau bahkan menguap. Sebaiknya anda harus tampil segar, ramah, duduk tegak dan santai tidak perlu gugup.
            Sedangkan untuk tutur bahasa, sebaiknya anda menghindari penggunaan kata-kata yang di luar etika, seperti bahasa gaul sehari-hari, walaupun mungkin pewawancara mencoba memancing Anda dengan bahasa-bahasa tersebut. Tidak perlu bercerita panjang lebar dan menjadi tidak jelas alurnya, sehingga membuat pewawancara menjadi bosan dan tidak tertarik untuk mendengarkan. Berilah penjelasan seperlunya, dengan tetap memperhatikan sopan santun dan tata bahasa yang baku.
            Berbicara bahasa, memang akhir-akhir ini pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar kurang diterapkan, khususnya di pulau Jawa yang hampir seluruh para remaja menggunakan bahasa gaul, dalam kesehariannya. Dan hal inilah yang nantinya akan membuat para remaja susah untuk dapat berkomunikasi secara formal dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar.
            Hal ini akan berdampak saat interview kerja, seperti yang dijelaskan tadi. Lingkup kerja sangat berbeda dengan dunia remaja sehari-hari. Perusahaan akan mencari bibit-bibit anak bangsa yang mempunyai wawasan luas, mempunyai attitude yang baik dan berintelek tinggi. Melalui generasi seperti itulah yang akan dapat membawa nama Indonesia di kancah internasional karena perusahaan tentunya akan menjalin kemitraan dengan perusahaan lain.
            Bagaimana kriteria generasi yang berwawasan luas, mempunyai attitude baik dan berintelek tinggi? Ya, melalui bahasa yang digunakan seseorang saja sudah dapat mencerminkan karakter serta kepribadian orang tersebut. Karena itu, sebagai warga Negara Indonesia kita wajib menggunakan bahasa Indonesia dengan benar dan sebaik-baiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar